Perawatan Ikan Hias Jadi Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Banjarmasin

Banjarmasin, Harianmetronews.com –

Keindahan ikan hias tidak hanya bergantung pada warna dan bentuknya, tetapi juga pada ketelatenan dalam merawatnya. Keterampilan tersebut menjadi salah satu hal yang dipelajari Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin melalui program pembinaan kemandirian perawatan ikan hias, Rabu (4/11).

Dengan didampingi Petugas Giatja, Riyan Ramadhan, Warga Binaan melakukan perawatan ikan hias secara rutin. Kegiatan ini menjadi sarana belajar mengenali kebutuhan ikan sekaligus memahami pentingnya menjaga kondisi lingkungan tempat ikan dipelihara.

Perawatan dilakukan dengan memperhatikan kondisi air, kebersihan wadah atau akuarium, serta pemberian pakan. Warga Binaan juga diajak mengamati kondisi ikan untuk memastikan tetap sehat dan aktif.

Riyan Ramadhan menjelaskan bahwa perawatan ikan hias membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Setiap tahapan perlu diperhatikan agar ikan tetap sehat dan dapat tumbuh dengan baik.

“Dalam perawatan ikan hias, Warga Binaan perlu memahami beberapa hal, mulai dari menjaga kebersihan air dan wadah, mengatur pemberian pakan, hingga memperhatikan kondisi ikan. Kami dampingi agar mereka terbiasa melakukan perawatan secara rutin dan memahami prosesnya,” jelas Riyan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pemeliharaan ikan, tetapi juga melatih kesabaran dan tanggung jawab Warga Binaan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Setiap kegiatan pembinaan kemandirian kami harapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Perawatan ikan hias ini mengajarkan ketekunan, tanggung jawab, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha yang bisa dikembangkan secara mandiri,” tutur Kalapas.

Melalui pembinaan kemandirian ini, Lapas Banjarmasin terus mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan praktis dan produktif. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *