Karang Intan, Harianmetronews.com —
Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai pelaksanaan kunjungan Hari Raya Idulfitri di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Sabtu (21/03/2026). Momen yang selalu dinanti ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran langsung Kepala Lapas, Yugo Indra Wicaksi, yang menyapa warga binaan beserta keluarga mereka.
Di tengah ramainya ruang kunjungan, Kalapas tampak berbaur, menyalami, dan berbincang hangat dengan para pengunjung serta warga binaan. Senyum dan raut bahagia terpancar dari wajah mereka yang akhirnya dapat bertatap muka di hari kemenangan setelah sekian lama terpisah.
Kehadiran Kalapas bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bentuk nyata perhatian dan kepedulian terhadap kondisi psikologis warga binaan. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana yang lebih humanis, sekaligus memperkuat semangat pembinaan berbasis kekeluargaan.
“Momentum Idulfitri ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang mempererat kembali hubungan yang sempat terpisah. Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap merasakan kehangatan keluarga, karena dukungan keluarga adalah kunci penting dalam proses pembinaan,” ujar Kalapas, Yugo Indra Wicaksi.
Ia juga menegaskan bahwa layanan kunjungan yang optimal merupakan komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di momen penting seperti Hari Raya.
Salah satu warga binaan berinisial AF turut mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. Baginya, kesempatan bertemu keluarga di hari spesial ini menjadi sumber kekuatan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga di hari Lebaran ini. Kehadiran mereka memberi saya semangat baru untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap AF.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik tembok pembatas, harapan untuk berubah dan kembali ke masyarakat selalu hidup. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang bermakna, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. (ism)





