Oleh:
Ketua Pendekar Banten,
H.Tb.Ismail Saleh. SH
HarianMetroNews.Com-
Bela diri sering dipahami sebatas keahlian menangkis serangan atau mengandalkan kekuatan fisik semata. Namun bagi kami, para pendekar yang mewarisi ilmu dan nilai luhur dari leluhur Banten, makna bela diri jauh melampaui sekadar ketangkasan bertarung. Ia adalah perwujudan tanggung jawab, kesetiaan, dan pengabdian yang tertinggi kepada bangsa dan tanah air.
Sejak dahulu, ajaran yang diwariskan tidak hanya melatih tubuh agar kuat dan lincah, tetapi juga menempa jiwa agar memiliki keberanian, kejujuran, serta rasa cinta yang mendalam terhadap tanah tempat kita berpijak. Pepatah lama mengajarkan: “Ilmu bela diri adalah untuk menjaga diri, melindungi yang lemah, dan mempertahankan kebenaran.” Dari sanalah lahir makna yang lebih luas: bela diri berarti juga membela bangsa dan mempertahankan kedaulatan tanah air.
Bagi kami, membela bangsa bukan berarti harus selalu mengangkat senjata di medan perang. Di masa damai ini, pembelaan diwujudkan dengan menjaga persatuan, melestarikan budaya sebagai jati diri, serta menanamkan nilai-nilai luhur agar tidak tergerus oleh perubahan zaman. Semangat persatuan yang terjalin dalam latihan dan silaturahmi antar sesama pendekar adalah cerminan dari keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Inilah keyakinan yang kami pegang teguh: NKRI Harga Mati. Negara ini bukan sekadar wilayah atau peta di atas kertas, melainkan hasil perjuangan, pengorbanan, dan doa seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Keutuhannya tidak boleh tergoyahkan oleh apa pun dan siapa pun. Sebagai warga negara yang memiliki ilmu dan tanggung jawab, kami berikrar untuk selalu menjaga keutuhan ini, menolak segala bentuk perpecahan, dan menjadi benteng yang kokoh bagi persatuan.
Makna bela diri yang sesungguhnya akan selalu terjaga selama ia dipadukan dengan semangat membangun negeri. Menjadi pendekar berarti menjadi pelindung bagi lingkungan sekitar, menjadi teladan bagi generasi muda, dan menjadikan kekuatan yang dimiliki sebagai sarana untuk memajukan bangsa.
Maka, bagi kami: Bela Diri adalah kekuatan jiwa dan raga; Bela Bangsa adalah sikap setia dan bersatu; Bela Tanah Air adalah pengabdian sepanjang masa. Dan di atas segalanya, NKRI Harga Mati, tidak ada kompromi untuk keutuhan negeri ini.(Gusti)





