Dari Balik Jeruji Lahir Karya Budaya, Lapas Narkotika Karang Intan Hadirkan Kayn Nakarin

Karang Intan, Harianmetronews.com

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam membina dan memberdayakan warga binaan melalui kegiatan positif dan produktif. Kegiatan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan melalui pembuatan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu produk unggulan Lapas Narkotika Karang Intan dengan merek “Kayn Nakarin.” Rabu (28/1/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk belajar keterampilan pembuatan Sasirangan, mulai dari proses membuat motif, dijahit dengan teknik tarik dan sisit (Penjelujuran) pewarnaan, hingga finishing kain. Tak hanya melestarikan budaya lokal Banua, pembinaan ini juga membekali warga binaan dengan keahlian bernilai ekonomi sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Salah satu warga binaan yang terlibat langsung sebagai pengrajin, Guntur, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat mengikuti pembinaan tersebut.

“Awalnya saya tidak pernah menyangka bisa membuat kain Sasirangan. Dari kegiatan ini, saya belajar sabar, teliti, dan percaya diri. Saya berharap keterampilan ini bisa saya manfaatkan untuk hidup yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Guntur dengan penuh harap.

Kasi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Karang Intan, Indra, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian ini dirancang untuk menciptakan warga binaan yang produktif dan mandiri.

“Pembuatan kain Sasirangan ini bukan sekadar aktivitas, tetapi proses pembentukan karakter dan keterampilan. Produk Kayn Nakarin menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan produk berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal nyata untuk masa depan. Melalui Kayn Nakarin, kami menunjukkan bahwa dari dalam lapas pun dapat lahir karya bernilai budaya dan ekonomi,” tegas Kalapas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan berharap masyarakat dapat melihat bahwa lembaga pemasyarakatan hadir sebagai tempat pembinaan dan perubahan, serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar kembali menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (ysf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *