Karang Intan, Harianmetronews.com –
Momentum Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan sebagai ajang mempererat nilai kemanusiaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Pada Minggu, 22 Maret 2026, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, turun langsung menyapa Warga Binaan di blok mapenaling (masa pengenalan lingkungan).
Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga, kehadiran Kalapas menjadi penguat semangat para Warga Binaan yang tengah menjalani masa awal pembinaan dan belum dapat menerima kunjungan keluarga. Dengan pendekatan humanis, Kalapas menyapa satu per satu Warga Binaan, memberikan motivasi serta menanamkan semangat untuk menjalani proses pembinaan dengan baik.
Kegiatan ini bukan sekadar bentuk pengawasan, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan perhatian kepada Warga Binaan, khususnya mereka yang sedang berada pada fase awal adaptasi di lingkungan Lapas.
“Di hari yang penuh kemenangan ini, saya ingin memastikan bahwa saudara-saudara semua tetap merasakan perhatian dan kepedulian. Meskipun berada jauh dari keluarga, kalian tidak sendiri. Kami di sini adalah bagian dari keluarga besar yang akan terus mendampingi proses pembinaan kalian menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Yugo Indra Wicaksi.
Suasana haru pun menyelimuti blok mapenaling saat salah satu Warga Binaan berinisial ZB menyampaikan kesannya. Ia mengungkapkan bahwa perhatian yang diberikan Kalapas memberikan kekuatan tersendiri di momen Lebaran.
“Walaupun kami belum bisa dikunjungi keluarga saat Hari Raya Idulfitri, kehadiran Bapak Kalapas yang menyapa kami secara langsung membuat kami seolah merasakan kehangatan seperti bersama keluarga. Ini sangat berarti bagi kami dan menambah semangat untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkap ZB.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan kemanusiaan. Nilai-nilai empati, kepedulian, dan kebersamaan terus ditanamkan agar Warga Binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih bermakna.
Diharapkan, pendekatan humanis seperti ini mampu memberikan dampak positif, membangun harapan, serta memotivasi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (ism)





