Momen Idulfitri 1447 H, Warga Binaan Lapas Karang Intan Laksanakan Salat Ied dan Terima Remisi

Karang Intan, Harianmetronews.com

Suasana penuh suka cita menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan saat gema takbir menggema, menandai datangnya Hari Raya Idulfitri setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Ribuan warga binaan memadati lapangan dalam Lapas untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/03/2026), dengan penuh khidmat.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, bersama jajaran Struktural dan Petugas turut membaur dengan Warga Binaan dalam pelaksanaan salat tersebut. Pada kesempatan itu, ia juga membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam rangka penyerahan remisi dan pengurangan masa pidana khusus Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026.

Idulfitri merupakan momen yang dinanti-nanti oleh umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Momen ini menjadi saat yang tepat bagi kita untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, baik antara sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta.

Hari Raya Idul Fitri juga memberkahi kita dengan kesempatan membersihkan hati dan mengembalikan kesadaran fitrah kita sebagai manusia, juga membawa pesan dan tradisi yang baik untuk menguatkan silaturahmi, kebersamaan dan kekeluargaan di antara kita.

Idulfitri juga perayaan yang identik dengan ketulusan yang selalu diakhiri dengan introspeksi diri dan memperbaiki diri untuk pribadi yang lebih baik.

Makna ketulusan juga dapat menjadi cerminan dasar bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam melangkah di tahun 2026, khususnya dalam mendukung dan melaksanakan berbagai kebijakan pemerintah. Ketulusan untuk terus bergerak maju dalam pelaksanaan 15 Program Aksi Tahun 2026 sebagai tindak lanjut dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia.

Berlandaskan hal tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berkomitmen untuk terus melakukan pelayanan yang berkualitas prima untuk setiap masyarakat.

Mengakhiri sambutan tersebut, Yugo Indra Wicaksi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat muslim.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberikan kekuatan dalam menjalani proses kehidupan, serta membukakan jalan menuju masa depan yang lebih cerah,” ucapnya.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H. Badaruddin dalam khutbahnya mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, termasuk nikmat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Satu bulan kita ditempa, dididik untuk terus bertaqwa dan kita perlu mempertahankan kebaikan selama bulan Ramadan untuk masa-masa selanjutnya. Hakikatnya kita memang harus terus berpuasa, misalnya tangan berpuasa dari mengambil punya orang lain, kaki puasa dari melangkah ke tempat-tempat yang tidak baik, perut berpuasa dari memakan makanan haram, telinga berpuasa dari mendengarkan hal-hal yang tidak boleh didengarkan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapas Narkotika Karang Intan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Mitra Kerja atas kerja sama yang terjalin khususnya dalam kegiatan Pembinaan Warga Binaan diterima oleh Imam dan Khatib Ustadz H. Badaruddin dan Surat Keputusan Remisi Khusus Idulfitri 1447 Hijriah kepada perwakilan Warga Binaan. (ysf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *