Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Belajar Body Repair, Siap Hadapi Dunia Kerja

Karang Intan, Harianmetronews.com

Pembinaan kemandirian terus menjadi salah satu fokus dalam proses pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Melalui Bengkel Body Repair, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan di bidang perbaikan bodi kendaraan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah bebas, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan kerja tersebut diikuti oleh warga binaan yang memiliki minat di bidang otomotif. Selama proses pembinaan, mereka mendapatkan pendampingan dalam mengerjakan berbagai tahapan perbaikan kendaraan, mulai dari pemeriksaan kondisi bodi, perbaikan panel yang mengalami kerusakan, pendempulan, pengecatan, hingga penyelesaian akhir agar hasil pekerjaan sesuai standar.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, program ini juga menanamkan budaya kerja yang disiplin, teliti, dan bertanggung jawab. Setiap kegiatan berlangsung di bawah pengawasan petugas Seksi Kegiatan Kerja untuk memastikan proses pembelajaran berjalan aman, tertib, dan memberikan hasil yang optimal bagi warga binaan.

Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Yusron Rifki, menjelaskan bahwa pembinaan keterampilan di bengkel tidak hanya bertujuan menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter yang siap bersaing di dunia kerja.

“Melalui kegiatan body repair ini, warga binaan dibimbing agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Di sisi lain, mereka juga dibiasakan bekerja secara disiplin, teliti, serta bertanggung jawab dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Yusron.

Ia menambahkan bahwa pembinaan kerja menjadi bagian penting dalam mendukung tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan yang produktif, mandiri, serta memiliki kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Salah seorang warga binaan berinisial AD mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan di Bengkel Body Repair. Menurutnya, pembinaan tersebut memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru sekaligus membangun etos kerja yang baik.

Saya belajar banyak tentang proses perbaikan bodi kendaraan, mulai dari tahap awal hingga finishing. Selain itu, kami juga diajarkan pentingnya disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Bekal ini sangat berarti bagi kami untuk masa depan,” ungkap AD.

Melalui optimalisasi Bengkel Body Repair, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi modal berharga untuk mendukung reintegrasi sosial serta membuka peluang kerja yang lebih baik setelah mereka kembali ke masyarakat. (nta).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *