Kekecewaan Alumni terhadap Pelaksanaan Wisuda Universitas Muhammadiyah Metro

 

Harian MetroNew,.Com —

Wisuda seharusnya menjadi momentum sakral untuk menghormati perjuangan mahasiswa setelah menyelesaikan perjalanan panjang pendidikan. Namun, pelaksanaan Wisuda Periode I Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Metro menuai kekecewaan dari sebagian alumni karena dirangkaikan dengan agenda peresmian Program Studi Dokter Hewan.

Kekecewaan tersebut bukan karena alumni menolak perkembangan universitas maupun kehadiran program studi baru. Persoalannya adalah **ketepatan momentum dan prioritas acara**. Bagi wisudawan dan keluarga, wisuda merupakan momen yang hanya terjadi sekali setelah bertahun-tahun menjalani proses pendidikan.

Salah satu alumni, Ahmad Dzaki, menilai wisuda seharusnya memiliki ruang khusus agar kekhidmatan dan penghargaan terhadap perjuangan lulusan tetap menjadi fokus utama.

> “Kami tentu bangga melihat Universitas Muhammadiyah Metro terus berkembang. Namun, kami berharap wisuda diberikan ruang yang lebih khusus. Bagi kami, ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi puncak dari perjuangan bertahun-tahun,” ujar Ahmad Dzaki.

Menurutnya, agenda peresmian Program Studi Dokter Hewan tetap merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, agenda institusional tersebut dinilai lebih tepat dilaksanakan dalam momentum tersendiri agar tidak mengurangi eksklusivitas dan makna wisuda.

> “Kami tidak menolak program baru. Kami hanya berharap agenda wisuda dan agenda institusional dapat dipisahkan sehingga masing-masing memiliki ruang dan penghormatan yang proporsional,” tegasnya.

Wisuda bukan hanya tentang toga dan ijazah. Di baliknya terdapat perjuangan mahasiswa, dukungan orang tua, proses perkuliahan, ujian, penelitian, skripsi, hingga berbagai tantangan yang telah dilewati. Karena itu, para lulusan berharap hari wisuda benar-benar menjadi momentum penghargaan atas seluruh proses tersebut.

Alumni juga berharap universitas membuka ruang komunikasi dengan calon wisudawan sebelum pelaksanaan acara. Dengan demikian, aspirasi dan harapan lulusan dapat menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan wisuda.

> “Kritik ini bukan untuk menjatuhkan almamater. Justru karena kami pernah menjadi bagian dari Universitas Muhammadiyah Metro, kami ingin kampus ini semakin baik. Kritik alumni seharusnya menjadi bahan evaluasi,” kata Ahmad Dzaki.

Pada akhirnya, yang diharapkan alumni bukan kemewahan, melainkan penghormatan terhadap sebuah perjalanan. Wisuda mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi kenangannya akan dibawa seumur hidup.

Wisuda seharusnya menjadi hari ketika perjuangan mahasiswa dan kebanggaan keluarga menjadi pusat perhatian. Karena itu, setiap agenda yang menyertainya perlu ditempatkan secara proporsional agar makna wisuda tidak kehilangan kekhusyukannya.(A-PPI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *