Lapas Narkotika Karang Intan Ajarkan Membuat Pantun kepada Enam Belas Warga Binaan Program Paket C

Karang Intan, Harianmetronews.com

Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket C membantu 16 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan kepercayaan diri sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan peningkatan kompetensi. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menyelenggarakan pembelajaran tersebut di Ruang Kunjungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, untuk mendukung pengembangan potensi warga binaan selama menjalani masa pembinaan, Selasa (11/08/2026).

Kegiatan pembelajaran tersebut melibatkan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Yoshfian Rahman, sebagai tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket C sekaligus perpanjangan tangan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan. Melalui program ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang tidak hanya memenuhi hak belajar warga binaan, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi, komunikasi, dan ekspresi diri sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pada pertemuan kali ini, peserta didik mempelajari materi membuat pantun. Tutor menjelaskan pengertian pantun, struktur sampiran dan isi, pola rima, serta cara menyusun pantun yang baik dan sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Setelah memahami materi, warga binaan menyusun pantun berdasarkan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti semangat belajar, persahabatan, keluarga, dan harapan untuk masa depan.

Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk membacakan dan mempraktikkan pantun hasil karyanya sendiri di depan peserta lainnya dan tutor. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun keberanian tampil di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra dan budaya Indonesia.

Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket C Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Yoshfian Rahman, menjelaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia melalui materi pantun menjadi salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi warga binaan.

“Melalui materi membuat pantun, kami ingin mengajak warga binaan mengekspresikan gagasan dan perasaan mereka secara positif. Ketika mereka mampu menyusun dan membacakan pantun di depan teman-temannya, mereka belajar berpikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, serta membangun rasa percaya diri yang sangat penting untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yoshfi.

Salah satu peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, warga binaan berinisial DS, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan melalui pembelajaran tersebut.

“Saya merasa senang karena bisa membuat pantun sendiri dan membacakannya di depan teman-teman. Awalnya saya merasa gugup, tetapi setelah mencoba, saya menjadi lebih percaya diri. Pembelajaran seperti ini membuat saya lebih bersemangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ungkap DS.

Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek pendidikan, karakter, dan pengembangan potensi warga binaan. Melalui kolaborasi yang terus dibangun bersama PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Lapas Narkotika Karang Intan berupaya memastikan setiap warga binaan memperoleh kesempatan belajar yang berkelanjutan selama menjalani masa pidana.

Pembelajaran yang berlangsung secara konsisten diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, memperluas wawasan, serta membangun masa depan yang lebih baik dan produktif setelah kembali menjadi bagian dari masyarakat. (nta).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *