Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Karang Intan Sukses Panen Ikan Nila Bersama BNNP Kalsel dan STIMI

Karang Intan, Harianmetronews.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan dan STIMI Banjarmasin memanen ikan nila hasil budidaya warga binaan sebagai wujud keberhasilan pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan, Rabu (10/06/2026).

Kegiatan panen berlangsung di area budidaya perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik, S.I.K., Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, dan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, turut memanen ikan nila bersama para tamu undangan dan warga binaan. Antusiasme dan kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Panen ikan nila tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan kemandirian yang dijalankan melalui kegiatan budidaya perikanan dengan keterlibatan aktif warga binaan serta pendampingan dan pengawasan petugas secara berkelanjutan. Mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pemeliharaan hingga panen, seluruh tahapan dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang produktif dan terarah.

Selain menjadi sarana pembinaan keterampilan, budidaya ikan nila juga mendukung program ketahanan pangan yang terus dikembangkan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Kegiatan ini membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang perikanan, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat produktif sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik, S.I.K., mengapresiasi upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam mengembangkan kegiatan budidaya perikanan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan pangan.

“Panen ikan nila ini menunjukkan bahwa pembinaan yang diberikan mampu membangun keterampilan dan produktivitas warga binaan sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, menilai hasil panen yang diperoleh merupakan cerminan dari proses pembelajaran yang berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kami melihat adanya semangat, kerja keras, dan kesungguhan dalam proses budidaya yang dilakukan. Hasil panen hari ini membuktikan bahwa pembinaan yang tepat mampu menghasilkan keterampilan yang bernilai sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk menghadapi kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menjelaskan bahwa budidaya ikan nila menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di lapas.

“Melalui budidaya ikan nila, warga binaan belajar tentang keterampilan perikanan, kerja sama, tanggung jawab, dan konsistensi dalam proses produksi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat dan membuka peluang usaha ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tegas Yugo.

Melalui kegiatan panen ikan nila bersama ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Kolaborasi bersama BNNP Kalimantan Selatan dan STIMI Banjarmasin diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan kemandirian serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik. (nta).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *