Banjarmasin, Harianmetronews.com –
Kreativitas warga binaan dalam mengolah limbah batok kelapa menjadi produk kerajinan mendapat apresiasi dari Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum, Dr. Iwan Santoso, S.H., M.Si., saat meninjau program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (28/10).
Dalam kunjungan yang diterima Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, bersama jajaran tersebut, Iwan melihat hasil kerajinan berbahan batok kelapa yang dikembangkan warga binaan sebagai bagian dari upaya mengolah bahan yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Iwan menilai kreativitas yang ditunjukkan sudah sangat baik. Namun, ia mendorong agar kualitas pengerjaan terus ditingkatkan, khususnya pada kehalusan hasil akhir, serta variasi produk diperbanyak agar memiliki daya tarik yang lebih luas.
“Ini sudah sangat kreatif. Tinggal hasilnya diperhalus lagi dan diperbanyak variasi lainnya dari limbah batok kelapa ini,” ujarnya.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kerajinan merupakan salah satu upaya mengembangkan keterampilan warga binaan melalui pemanfaatan bahan yang tersedia menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Ia berharap pengembangan kualitas dan variasi produk dapat memperkuat daya saing hasil karya warga binaan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus mendorong kreativitas warga binaan agar mampu menghasilkan kerajinan yang berkualitas dan berpotensi menjadi bekal usaha setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)





