Karang Intan, Harianmetronews.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan membuka ruang belajar bagi 18 warga binaan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B sebagai langkah membangun perubahan diri selama menjalani masa pembinaan. Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan turut mendampingi proses pembelajaran dengan bertindak sebagai tutor atau pengajar perpanjangan tangan dari PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Senin (13/07/2026).
Program Pendidikan Kesetaraan Paket B tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan akademik, kegiatan pendidikan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter, menumbuhkan kesadaran diri, serta memberikan bekal positif sebelum warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan melaksanakan kegiatan pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket B di lingkungan Lapas dengan menghadirkan beberapa mata pelajaran untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan warga binaan. Dalam kegiatan tersebut, Maulana Kahfi Fikardin menyampaikan materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Ardian memberikan materi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Muhammad Yoshfian Rahman membimbing pembelajaran Bahasa Indonesia.
Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Maulana Kahfi Fikardin mengajak warga binaan memahami nilai-nilai Pancasila, pentingnya menjalankan hak dan kewajiban, serta membangun sikap bertanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai kebangsaan menjadi salah satu dasar dalam membentuk pribadi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial.
“Melalui pembelajaran PPKn, kami memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila, sikap bertanggung jawab, serta pentingnya menghargai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi pedoman bagi warga binaan untuk membangun karakter yang lebih baik dan menerapkan nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kahfi.
Sementara itu, pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Ardian memberikan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai moral dan spiritual warga binaan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan agama memiliki peran penting dalam membantu proses perubahan sikap dan perilaku.
“Pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu sarana untuk memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kebaikan, tanggung jawab, dan pentingnya memperbaiki diri. Kami berharap ilmu agama yang diperoleh dapat menjadi pegangan bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkap Ardian.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Muhammad Yoshfian Rahman membimbing warga binaan untuk meningkatkan kemampuan memahami informasi, menyampaikan gagasan, serta berkomunikasi secara baik dan tepat. Menurutnya, kemampuan berbahasa menjadi keterampilan penting yang dapat menunjang kehidupan sosial warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, warga binaan dilatih untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami informasi, dan menyampaikan pendapat dengan baik. Kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu bekal penting yang dapat membantu mereka saat kembali berinteraksi di lingkungan masyarakat,” jelas Yoshfi.
Salah satu warga binaan berinisial SD mengungkapkan bahwa mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan Paket B memberikan pengalaman positif selama menjalani masa pembinaan. Ia menilai kegiatan pembelajaran yang diberikan mampu menambah wawasan sekaligus meningkatkan motivasi untuk terus mengembangkan diri.
“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti Program Paket B ini. Kegiatan belajar yang diberikan sangat bermanfaat karena membantu kami menambah pengetahuan dan memberikan semangat untuk terus memperbaiki diri. Ilmu yang kami dapatkan menjadi bekal berharga untuk menghadapi masa depan yang lebih baik,” ujar SD.
Hal senada disampaikan warga binaan berinisial AB yang mengapresiasi kesempatan pendidikan yang diberikan selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, program tersebut memberikan ruang bagi warga binaan untuk tetap belajar dan meningkatkan kemampuan diri.
“Program pendidikan seperti ini memberikan kesempatan bagi kami untuk terus belajar dan berkembang. Kami mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap AB.
Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memastikan kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan ketentuan serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Pendidikan tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses perubahan untuk membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat. (nta).





