Pembinaan Berbasis Pendidikan, Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Perkuliahan S1 untuk Warga Binaan

Karang Intan, Harianmetronews.com –

Upaya pembinaan yang berfokus pada penguatan mental dan karakter terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, secara langsung memberikan materi dalam kegiatan perkuliahan bagi Warga Binaan yang tengah menempuh pendidikan S1 Kewirausahaan, Sabtu (04/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di dalam lingkungan lapas tersebut mengusung tema “Pembentukan Karakter: Pilar Utama Menuju Kepribadian Unggul”. Perkuliahan ini diikuti oleh Warga Binaan yang aktif dalam program pendidikan tinggi sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan pengembangan diri.

Dalam penyampaiannya, Yugo Indra Wicaksi menekankan pentingnya karakter sebagai fondasi utama dalam meraih kesuksesan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat. Ia mengajak para peserta untuk menjadikan masa pidana sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri.

“Karakter adalah kunci utama yang menentukan arah hidup seseorang. Ilmu pengetahuan tanpa karakter yang kuat tidak akan memberikan dampak maksimal. Melalui pembentukan karakter yang baik, saya yakin saudara-saudara semua mampu bangkit, berubah, dan menjadi pribadi yang unggul saat kembali ke masyarakat,” ujar Yugo.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, serta semangat pantang menyerah harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari keterampilan, tetapi juga dari perubahan sikap dan pola pikir.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam mendukung program pembinaan berbasis pendidikan. Dengan adanya perkuliahan S1 Kewirausahaan, diharapkan Warga Binaan tidak hanya memiliki bekal akademis, tetapi juga kesiapan mental untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diharapkan dapat melihat bahwa lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang memberikan kesempatan kedua bagi individu untuk berubah dan berkontribusi positif di masa depan. (nta) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *