Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Ikuti Ibadah Rutin Bersama GBI Kemah Kesaksian

Banjarmasin, Harianmetronews.com – 

Warga binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti ibadah rutin bulanan bersama pelayanan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kemah Kesaksian di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Jumat (23/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian untuk menguatkan iman dan menumbuhkan pengharapan dalam menghadapi masa-masa sulit.

Ibadah dipimpin oleh Ps. Tirulah Simbolon melalui pujian, penyembahan, dan khotbah yang berlandaskan Kitab Yeremia 29:11–14. Pesan yang disampaikan mengingatkan bahwa situasi sulit bukanlah akhir dari perjalanan hidup karena Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera bagi umat-Nya.

Dalam renungan tersebut, warga binaan diajak memahami bahwa waktu Tuhan tidak selalu sama dengan waktu manusia. Karena itu, setiap orang diharapkan tetap setia, tekun, dan melakukan yang terbaik dalam keadaan apa pun sembari terus memelihara iman dan pengharapan.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, mengingatkan pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan secara tulus, bukan semata-mata mencari pertolongan ketika menghadapi kesulitan.

“Dalam renungan ini, kita diingatkan untuk mencari Tuhan, bukan hanya berkat-Nya. Fokuslah membangun hubungan dengan Tuhan terlebih dahulu, bukan hanya datang saat membutuhkan pertolongan-Nya,” ungkap Erik.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan ibadah, warga binaan diharapkan memiliki pegangan spiritual yang membantu mereka memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik.

“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu upaya kami untuk membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik. Kami berharap melalui ibadah ini, mereka semakin kuat dalam menjalani masa pembinaan, memiliki pengharapan, serta menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai pedoman untuk memperbaiki diri,” ujar Kalapas.

Manfaat pembinaan kerohanian tersebut turut dirasakan oleh salah seorang warga binaan berinisial INR. Ia mengungkapkan bahwa iman menjadi kekuatan untuk bertahan dan menjalani masa sulit dengan ketekunan.

“Dalam menghadapi masa sulit, saya tetap tekun dan yakin bahwa Tuhan sanggup memulihkan segala permasalahan yang saya hadapi. Saya tetap memiliki iman dan pengharapan dalam menjalani kehidupan,” tutur INR.

Melalui ibadah rutin bulanan ini, Lapas Banjarmasin terus memperkuat pembinaan kerohanian bagi warga binaan sesuai keyakinan masing-masing. Nilai-nilai keimanan dan pengharapan yang ditanamkan diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ke depannya. (Humas Lapas Banjarmasin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *