Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Dasar Ekonomi untuk Mengelola Kebutuhan

Karang Intan, Harianmetronews.com –

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mempelajari cara mengelola sumber daya secara bijak melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, Senin (12/10/2026). Di Ruang Kunjungan Lapas, warga binaan mendalami konsep dasar ekonomi untuk menentukan prioritas kebutuhan dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Fajar, mengajak peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket C memahami pentingnya mengelola sumber daya secara bijak melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sebagai tutor perpanjangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan, ia menghubungkan konsep ekonomi dengan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung di Ruang Kunjungan Lapas.

Pembelajaran membahas pengertian ilmu ekonomi, prinsip ekonomi, motif ekonomi, hukum ekonomi, serta pembagian ilmu ekonomi. Muhammad Fajar menjelaskan bahwa ilmu ekonomi mempelajari cara manusia menentukan penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi beragam kebutuhan. Pemahaman ini membantu peserta mengenali pentingnya menentukan prioritas ketika menghadapi keterbatasan sumber daya.

Ia juga menguraikan prinsip ekonomi sebagai upaya memperoleh hasil maksimal dengan pengorbanan tertentu serta motif ekonomi yang mendorong seseorang melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan. Sementara itu, pembahasan hukum ekonomi dan pembagian ilmu ekonomi menjadi ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ekonomi normatif memperluas pemahaman peserta mengenai cara mempelajari dan menganalisis berbagai persoalan ekonomi.

Muhammad Fajar menilai pemahaman tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang harus menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan yang dimiliki.

“Belajar ekonomi membantu kita memahami pentingnya membuat pertimbangan sebelum menggunakan sumber daya. Warga binaan dapat mempelajari cara menentukan prioritas, memperhitungkan manfaat, dan mengatur pengeluaran sesuai kemampuan. Harapannya, pemahaman ini menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih terencana dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Manfaat pembelajaran juga dirasakan oleh salah seorang peserta Paket C berinisial ZK. Ia menilai materi ekonomi memberikan pemahaman tentang pentingnya mengendalikan pengeluaran dan membedakan kebutuhan dari keinginan.

“Saya belajar bahwa mengatur keuangan membutuhkan perencanaan. Kita perlu mendahulukan kebutuhan yang penting dan mempertimbangkan pengeluaran agar tidak berlebihan. Pengetahuan ini bisa saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat kembali ke masyarakat nanti,” ungkap ZK.

Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Melalui program ini, Lapas memberikan ruang bagi peserta untuk memperluas wawasan dan memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan, termasuk dalam mengambil keputusan secara cermat dan mengelola kebutuhan secara mandiri.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengupayakan pembinaan melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan warga binaan. Penguasaan pengetahuan dasar ekonomi diharapkan dapat mendukung kesiapan mereka dalam merencanakan kehidupan, mengembangkan kemandirian, dan menjalankan peran positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (nta).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *