Karang Intan, Harianmetronews.com –
Program pembinaan pendidikan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperluas wawasan dan mengembangkan potensi diri. Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, sebanyak 18 warga binaan mengikuti kegiatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta mempersiapkan bekal positif sebelum kembali ke tengah masyarakat, Senin (20/07/2026).
Kegiatan pembelajaran berlangsung di ruang belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dengan pendampingan petugas yang berperan sebagai tutor atau pengajar perpanjangan tangan dari PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan. Program pendidikan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas dalam memberikan kesempatan belajar kepada warga binaan sekaligus mendukung proses perubahan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, warga binaan tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta keterampilan yang dapat menunjang kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kegiatan pembelajaran kali ini menghadirkan tiga mata pelajaran yang diikuti warga binaan, yakni Matematika yang disampaikan Cecep Sutrisna, Seni Budaya oleh Nurbaiti, dan Muatan Lokal oleh Rahmat Fahroni. Materi yang diberikan dirancang untuk memperkaya pengetahuan sekaligus mendorong warga binaan mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan karakter positif selama menjalani masa pembinaan.
Melalui mata pelajaran Matematika, Cecep Sutrisna mengajak warga binaan memahami konsep dasar perhitungan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung, tetapi juga melatih ketelitian, logika berpikir, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan secara sistematis.
“Matematika mengajarkan kita untuk berpikir lebih teratur, teliti, dan mampu mencari solusi dari suatu permasalahan. Kami ingin warga binaan memahami bahwa kemampuan berpikir logis tidak hanya berguna dalam pembelajaran, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Cecep.
Sementara itu, Nurbaiti memberikan materi Seni Budaya dengan mengenalkan berbagai ragam cabang seni, mulai dari seni tari, seni musik, seni teater, hingga prakarya atau kerajinan. Melalui pembelajaran tersebut, warga binaan diajak memahami bahwa seni tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya.
“Melalui pembelajaran Seni Budaya, warga binaan tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diajak mengenali potensi kreativitas yang mereka miliki. Kegiatan seni dapat menjadi media untuk melatih ketekunan, kerja sama, dan keberanian dalam mengekspresikan diri,” jelas Nurbaiti.
Pada mata pelajaran Muatan Lokal, Rahmat Fahroni memberikan pembelajaran yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan yang memiliki nilai manfaat bagi kehidupan di lingkungan sekitar. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi lokal sekaligus menumbuhkan kepedulian warga binaan terhadap lingkungan dan budaya daerah.
“Muatan Lokal menjadi pembelajaran yang dekat dengan kehidupan karena berkaitan dengan lingkungan dan budaya sekitar. Kami berharap warga binaan dapat memahami potensi yang ada di daerahnya serta menjadikan pengetahuan tersebut sebagai bekal positif ketika kembali berinteraksi dengan masyarakat,” ungkap Rahmat.
Salah seorang warga binaan berinisial RH menyampaikan bahwa mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan Paket B memberikan pengalaman berharga selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, kegiatan belajar menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk belajar. Setiap pelajaran memberikan pengalaman baru dan membuat kami semakin termotivasi untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar RH.
Hal senada disampaikan warga binaan berinisial SG yang merasakan manfaat dari berbagai materi pembelajaran yang diberikan.
“Pelajaran yang kami terima sangat membantu menambah wawasan. Matematika melatih ketelitian, Seni Budaya mengembangkan kreativitas, dan Muatan Lokal memberikan pemahaman tentang lingkungan sekitar. Semua pembelajaran ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi kami,” ungkap SG.
Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memastikan kegiatan pendidikan berjalan optimal dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban lingkungan Pemasyarakatan.
Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas diri warga binaan. Pendidikan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun karakter, memperluas wawasan, serta mengembangkan potensi diri agar warga binaan memiliki bekal perubahan dan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih produktif, mandiri, dan percaya diri. (nta).





